Kabar desa·Ekonomi desa
BUMDes Hebat Desa Wadas menanam melon untuk ketahanan pangan
Badan usaha milik desa menjalankan budidaya melon sebagai program ketahanan pangan. Pilihan komoditasnya menarik untuk desa yang selama ini dikenal sebagai penghasil padi.
28 Agustus 2025
BUMDes Hebat Desa Wadas menjalankan budidaya melon sebagai bagian dari program ketahanan pangan desa. Badan usaha ini dipimpin Direktur Ngadiman.
Pilihan komoditasnya layak diperhatikan. Selama ini Wadas dikenal lewat padi — dan bukan padi yang biasa: dengan 133 hektar sawah, desa ini menghasilkan 1.995 ton padi per tahun, tertinggi di antara sembilan desa di Kecamatan Telukjambe Timur.
Melon bekerja dengan logika berbeda. Umurnya pendek, sekitar dua sampai tiga bulan, sehingga perputaran uangnya lebih cepat. Harga per kilogramnya jauh di atas gabah, tetapi risikonya juga lebih tinggi: satu serangan penyakit bisa menghabiskan satu siklus tanam, dan pasarnya tidak sestabil beras yang selalu terserap.
Untuk badan usaha desa, perbedaan itu justru masuk akal. Sawah sudah ada yang mengerjakan, yaitu para petani sendiri. Yang belum ada adalah usaha milik desa yang bisa menghasilkan kas dalam hitungan bulan, bukan tahun.
Yang akan menentukan hasilnya bukan panen pertama, melainkan apakah desa sudah punya pembeli tetap sebelum panen berikutnya. Komoditas berumur pendek menghukum penjual yang baru mencari pasar setelah barangnya siap.
Diberitakan oleh KBE Online.
